Sabtu, 24 Desember 2016

5 Kebiasaan di Media Sosial yang Akan Berubah di Tahun 2017

5 Kebiasaan di Media Sosial yang Akan Berubah di Tahun 2017

ARTIKEL

Anak muda zaman sekarang sudah kecanduan dengan sosial media. Jujur saja, pasti kamu juga merupakan salah satu pecandu medsos kan? Saking candunya, sebelum makan saja kamu malah foto dan upload ke Instagram, bukannya doa.

Tapi, begitulah perkembangan zaman. Sekarang, informasi lebih cepat tersebar berkat bantuan media sosial. Namun, di tahun 2017 mendatang, kebiasaan di media sosial nanti pasti akan berubah. Berubah gimana? Lihat aja di bawah!

1. Akan Selalu Ada Penilaian


Di tahun 2016 ini, pengguna internet berkembang pesat. Kecanduan media sosial membangkitkan semua orang untuk bisa aktif dan terhubung dengan dunia maya. Maka dari itu, dengan meningkatnya pertumbuhan pengguna medsos, maka ke depannya pasti akan selalu ada penilaian.

Maksudnya? Begini, anak muda saat ini senang dengan yang namanya rating dan review. Misalnya, kamu update makan di restoran A, terus memberikan ulasan dan memberikan penilaian untuk rasa dan tempat tersebut. Maka dari itu, ke depannya sebuah penilaian akan selalu ada dalam setiap posting-an kamu.

2. Komunikasi di Kantor Akan Bergeser


Sekarang, dimanapun kamu berada pasti kamu update status. Begitu pun di kantor, tempat kamu bekerja. Penggunaan media sosial akhirnya lebih ditoleransi di tempat kerja kamu. Bahkan, medsos dianggap penting oleh sebagian tempat kerja untuk memperkenalkan brand dari kantor tersebut.

Terlebih, kemungkinan terbesarnya adalah kamu hanya akrab dengan teman kantor hanya sebatas media sosial saja. Mungkin ada sisi bagusnya, jadi kamu gak perlu punya rasa kesal dengan teman sekantor. Tapi, dari nilai sosial nantinya, sikap seperti itu malah jadi membuat bencana lho.

3. Pilihan Akan Menjadi Semakin Sulit


Seperti yang telah disebutkan, anak muda saat ini lebih banyak mengetahui berita dari media sosial seperti Facebook. Pengguna FB cenderung akan mendapatkan berita yang sejenis dengan apa yang pernah dibaca sebelumnya. Pada akhirnya, sebagai pengguna media sosial itu aka membentuk pola pikirmu dan kamu menyetujui dengan apa yang disampaikan.

Sayangnya, tidak ada kontrol dari pihak media sosial sendiri untuk memberhentikan hal tersebut. Tentu saja, hal seperti ini akan berdampak buruk. Kamu akan mudah berkomentar dengan kata-kata yang tidak pantas dan mampu mempertahankan pendapatmu yang belum tentu benar itu. Jelas, itu akan membuat pilihanmu menjadi semakin sulit.

4. Pengguna Media Sosial Akan Berkurang


Melihat poin sebelumnya, akhirnya anak muda mulai berpikir kalau menggunakan media sosial terlalu berlebihan, maka itu akan menciptakan malapetaka buat mereka sendiri. Dari 90% anak muda saat ini, setengah dari itu sudah menyadari bahwa medsos hanya membawa dampak yang buruk saja.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa akan banyak anak muda yang meninggalkan media sosial. Namun, sebagian lainnya akan tetap setia untuk "mantengin" medso sepanjang hari. Sebab, menurut riset dari Pew Research Centre, belakangan ini banyak anak muda yang mengatakan bahwa medsos malah menjadi ladang ketidakbahagiaan mereka.

5. Gaya Komunikasi Akan Berubah Jadi Ringkas


Dengan hadirnya medsos dalam dunia kita yang dirancang khusus untuk sebuah perangkat mobile, dan anak muda selalu menuntut untuk tersajinya lebih banyak konten serta pengalaman yang lebih cepat, akhirnya gaya komunikasi berubah menjadi lebih ringkas. Maksudnya? Begini, sekarang kalau kamu komentar, kamu bisa melakukannya hanya dengan memberikan emoji, stiker, atau emoticon sekalipun. Dan hal tersebut menjadi populer. Akhirnya, segala sesuatu menjadi lebih cepat, terlalu sederhana, dan tidak ada basa-basi. Dampaknya, komunikasi yang terjadi menjadi kurang bijaksana sebagaimana mestinya.Tuh brader, paham gak apa yang Jaka tuliskan di atas? Mungkin pembahasan kali ini sedikit berat, tapi biarkanlah, agar kamu bisa mengerti bagaimana dampak yang dihadirkan untuk tahun mendatang. 

Perbandingan Tizen vs Android, Bagus Mana?

Perbandingan Tizen vs Android, Bagus Mana?

Tizen vs Android – pembahasan Androgiz kali ini masih fokus di seputar OS Tizen. Jika kemarin kita sudah membahas apa itu Tizen, sejarah Tizen dan perkembangannya, pada postingan ini kita akan coba fokus ke ulasan Tizen vs Android. Kedengarannya memang tak adil dan berimbang jika membandingkan OS Tizen dengan Android karena Android sudah terbangun sejak sekiian lama dan Tizen baru saja lahir.

Idealnya Android memang dibandingkan dengan iOS, BlackBerry, atau Windows Phone. Namun karena banyaknya pertanyaan yang masuk mengenai perbandingan Tizen vs Android, dan banyak juga yang penasaran ingin tahu lebih dalam tentang OS Tizen Samsung ini,  maka Androgiz kali ini akan mencoba memuaskan rasa ingin tahu pembaca semuanya dengan mengulas perbedaan Tizen dan Android dari berbagai sektoe. Meskipun tak bisa dipungkiri, tentu saja ANdroid jauh lebih baik dari Tizen, namun paling tidak pembaca dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan Tizen dibandingkan dengan android sehingga menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli perangkat smartphone Samsung yang mengusung Tizen.

Perbedaan Tampilan OS Tizen vs Android

Persamaan Tizen vs Android

Kedua sistem operasi ini sebenarnya sama sama merupakan sistem operasi dengan sifat Open Source dan berbasis pada HTML5. Tizen maupun Android sama sama dikembangkan dari Linux. Tizen sendiri awalnya dikembangkan oleh Nokia Maemo dan Intel Mobilin yang disebut OS MeeGo dan sempat ditanamkan di Ponsel Nokia. Namun karena Nokia akhirnya lebih memilih Windows Phone, Meego ditinggalkan dan jadilah diadopsi oleh Samsung dengan brand Tizen.

OS Tizen juga memiliki kemampuan untuk diaplikasikan di berbagai perangkat seperti halnya Android. Contohnya seperti Smart TV, Wearable Device, Camera, Notebook, dll.

Perbedaan Tizen vs Android

Nah jika mengulas tentang perbedaan sistem operasi Tizen dan Android, tentu ibarat membedakan Orang Dewasa dengan Anak-anak, jelas tidak seimbang, namun akan sedikit kami ulas agar para pembaca tahu kekurangan Tizen dibanding Android.

Performa
Dari sisi performa, Samsung mengklaim bahwa OS Tizen inijauh lebih smooth dibandingkan dengan Android, atau OS Touchwizz yang biasa digunakan Samsung Galaxy. Hal ini tentu saja karena OS Tizen sedikit lebih sederhana, tak terlalu kompleks seperti halnya android. Namun seiring dengan perkembangannya ke depan, tentu Tizen akan menambah fitur fiturnya lagi.

Tema
Untuk urusan tampilan, terutama Tema, Samsung Tizen ini lebih unggul dibandingkan dengan ANdroid. Sebab pengguna dapat dengan meudah mengustomisasi tampilan baik ikon maupun huruf dll tanpa harus mendownload aplikasi pihak ketiga. Lain halnya dengan Android, yang tampilannya kurang begitu nyentrik (untuk versi aslinya buka modif vendor).

Dukungan Aplikasi
Kekurangan OS Tizen saat ini tentu saja di sektor aplikasi dan game. Masih minimnya pengembang membuat OS Tizen ini hanya diisi dengan sekitar 2000 aplikasi saja, meski demikian untuk aplikasi penting Sosmed seperti BBM, WhatsApp, Facebook, Tizen ini sudah tersedia. Beda halnya dengan android yang memiliki jutaan aplikasi sehingga menjadi kekuatan OS besutan Google tersebut untuk berjualan di pasaran.

Fitur
Dari sisi fitur tentu saja Tizen ini kalah jauh jika dibandingkan dengan Android yang kini sudah mengadopsi pemindai sidik jari dan retina mata. Tizen masih tampil layaknya smartphone dengan kemampuan install aplikasi serta mengubah tema.

Ringan
Kelebihan Tizen dibanding Android yang diklaim oleh Samsung adalah konsumsi memori yang cukup ringan. Bahkan Tizen ini menjadi OS yang paling “diet” memori. Sebagai perbandingan, sebuah aplikasi di Android bisa memakan ruang 20 MB, di Windows Phone 15 MB, di Tizen hanya butuh 9 MB saja.

Peta Offline
Satu lagi kelebihan Tizen dibanding android adalah kemampuannya dalam menentukan lokasi berdasarkan Peta Offline. Tizen menggunakan Here Maps milik Nokia yang jauh lebih akurat hasilnya dibandingkan Google Map Offline.