Minggu, 25 Desember 2016

Persib Bandung Ditinggal Djadjang Nurdjaman

Persib Bandung Ditinggal Djadjang Nurdjaman

Thursday, December, 22 2016
Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniPelatih Persib Bandung Djadjang Nurjaman saat ditemui wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Senin (12/12/2016). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelatih Djadjang Nurdjaman dipastikan akan meninggalkan Persib Bandung. Namun, tidak dalam jangka waktu yang lama.

Pria yang akrab disapa Djanur itu bakal meninggalkan Persib selama hampir sebulan, mengikuti sekolah kepelatihan untuk mengejar sertifikat lisensi AFC A. Djanur dijadwalkan akan pergi ke Bangkok pada 3 Januari 2016.

"Saya akan pergi ke Bangkok. Progress-nya hampir 100 persen. Saya sudah kirim persyaratan dan akan berangkat tanggal 3 Januari," kata Djanur di Bandung, Rabu (21/12/2016).

Disinggung soal proses pembiayaan, pelatih yang saat ini berlisensi AFC B itu mengatakan, semua biaya akan ditanggung manajemen PT Persib Bandung Bermartabat.

"Insya Allah (biaya), sudah diurus oleh manajemen," ujarnya.

Djanur pun dipastikan tidak akan mendampingi Persib saat melakoni laga ekshibisi melawan Persipura Jayapura yang dijadwalkan digelar pada 7 atau 8 Februari 2017 mendatang.

"Untuk laga tanggal 7 Januari nanti, saya tidak bisa mendampingi sehingga akan dipegang asisten. Program latihan pun sudah saya sampaikan," ujar dia.

Pada perhelatan TSC 2016, legalitas Djanur sebagai pelatih kepala sempat menjadi sorotan. Djanur dituding telah melanggar pasal 37 ayat 1 e.

Pada aturan tersebut, tercantum bahwa pelatih kepala klub untuk TSC A sekurang-kurangnya memilki sertifikat AFC A, sedangkan Djanur masih mengantongi AFC B. Namun, polemik itu buru-buru dibantah Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS) Joko Driyono.

Joko menyampaikan, kondisi Djanur menjadi pengecualian sebab ia masih memegang Recognition of Competence dari PT Liga Indonesia untuk Indonesia Super League 2014 silam. 

Penulis: Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani 
Editor: Jalu Wisnu Wirajati 

Sejarah Klakson Telolet

Sejarah Klakson Telolet yang Bikin Bahagia

Oleh Edhie Prayitno IgeDinny MutiahAhmad Yusran pada 22 Des 2016, 21:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tidak mengenal klakson. Alat kecil berbunyi nyaring yang biasa kita temui di mobil, bus, motor, dan kereta ini sejatinya diciptakan sebagai tanda peringatan terhadap kendaraan lain agar lebih berhati-hati saat berkendara.

Namun kini, alat tersebut tidak hanya sekedar peringatan tanda bahaya. Suara telolet yang keluar dari klakson bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) kini mendadak viral. Tidak hanya hangat dibicarakan di Tanah Air, telolet merambah ke mancanegara.

Kini selain anak-anak, orang dewasa pun terhibur dan dibuat bahagia begitu suara telolet keluar dari klakson sebuah bus. Padahal bunyi tersebut hanya keluar dari aplikasi klakson "om telolet om" di Android.

Tidak ada yang tahu bagaimana awal mulanya suara klakson bus bisa menyita begitu banyak perhatian masyarakat, terutama anak-anak. Lalu seperti apa sejarah dari klakson itu sendiri?

Komponen untuk berkomunikasi dari produk otomotif ini awalnya ditemukan oleh Miller Reese Hutchinson. Miller adalah saudara kandung Thomas Alfa Edison.

Hingga malam ini fenomena telolet paling banyak menyita perhatian pembacaLiputan6.com, terutama di kanal Regional.

Kabar lainnya yang tak kalah menarik datang dari kisah haru kedekatan seorang ibu dengan anak-anak mereka. Di Semarang, seorang ibu bernama Fatmaya tetap mencurahkan kasihnya kepada anaknya kandungnya yang dengan tega telah membunuh cucu-cucunya.

Ada pula pro-kontra penyebuta nama mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) ke-16 Jenderal (Purn) Andi Muhammad Jusuf Amir yang dibacakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat sidang dugaan penistaan agama.

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Sejarah Telolet yang Mendadak Banjiri Instagram Obama

Penampakan klakson telolet yang dibuat pemuda dari Blitar

Kegembiraan anak-anak ketika mendengar rangkaian nada dari klakson bus antar-kota antar-provinsi, kini mendunia. Jargon "om telolet om" bahkan ikut mewabah di Jepang dan beberapa negara lain.

Komponen untuk berkomunikasi dari produk otomotif ini awalnya ditemukan oleh Miller Reese Hutchinson. Miller adalah saudara kandung Thomas Alfa Edison.

Dalam portal karoseri-id.com, klakson pertama kali diaplikasikan pada sebuah mobil pada 1908. Sumber tenaga dari klakson tersebut berasal dari sel baterai kering berdaya 6 volt.

"Pada bus, bunyi telolet itu akhirnya menjadi ciri khas. Meskipun, itu bukan standar bunyi klakson pada bus," demikian karoseri-idmenulis.

Banyak mobil mewah memiliki klakson yang terdengar halus, sementara klakson pada kendaraan mobil ekonomi yang lebih tua mungkin terdengar cengeng.

Selengkapnya...

2. 5 Kisah Bersama Ibu, dari Kisah Haru hingga Cerita Lucu

Ingin tahu sebesar apa cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada anak perempuannya? Lihat di sini beberapa ilustrasinya.

Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Begitulah ungkapan yang akan senantiasa mengiringi langkah manusia. Meski ada beberapa aksi keji yang dilakukan seorang ibu kepada anaknya, tetapi hal itu tidak akan menodai kasih tulus ibu.

Lebih banyak kisah haru menceritakan hubungan antara ibu dan anaknya. Ada juga kisah menarik yang dilakukan seorang ibu.

Jadi jangan sekali-kali mengganggu si anak, karena ibu bakal tidak tinggal diam. Berikut lima kisah bersama ibu, dari yang haru hingga yang lucu.

Selengkapnya...

3. Warisan Penting Sang Jenderal yang Disebut Ahok dalam Sidang

Foto foto M Jusuf dengan Abdul Kahar Muzakkar. (Liputan6.com/Ahmad Yusran)

Nama mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) ke-16 Jenderal (Purn) Andi Muhammad Jusuf Amir atau M. Jusuf kembali bergaung setelah Basuki Tjahaja Purnama alias (Ahok) menyebut-nyebutnya dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama.

Ada pro-kontra usai penyebutan namanya oleh Ahok itu. Terlepas dari itu, tidak banyak yang tahu jika putra Bone itu meninggalkan warisan penting yang kini menjadi ikon Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Yang pertama adalah gedung pusat keislaman terbesar di kawasan timur Indonesia (KTI) berupa Masjid Al Markaz Al Islami yang berdiri kokoh di eks Kampus Unhas Barayya, Kecamatan Bontoala.

Warisan terakhir, tetapi sering terlupa adalah mobil penjemput naskah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) berupa jip Toyota Land Cruiser FJ-40 warna hijau.

Sebelum meninggal, Pak Jusuf dan istri aktif mengontrol Rumah Sakit Akademis Jaury yang di dalam rumah terdapat patung anaknya. Nama Jaury berasal dari AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia).

Selengkapnya...

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Melambat di 2017

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Melambat di 2017

Oleh Yuliardi Hardjo Putro pada 02 Nov 2016, 15:29 WIB

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2017 bakal melambat. Sebab perekonomian nasional harus menghadapi kondisi global yang semakin kompleks dan berbagai tantangan dari domestik.

Deputi Direktur BI Ronald Waas mengatakan, selain pertumbuhan ekonomi yang melambat, defisit fiskal juga diperkirakan masih akan besar serta pertumbuhan kredit yang masih rendah.

"Kondisi ini diikuti resiko peningkatan kredit bermasalah atau non performing loan," ungkap Ronald di Bengkulu (2/11/2016).

Selain itu, laporan Indeks Daya Saing Global periode 2016-2017 yang dirilis World Economic Forum menunjukkan daya saing Indonesia merosot dari peringkat 37 tahun lalu menjadi peringkat ke 41 tahun ini dari 138 negara di dunia.

Kondisi ini mengharuskan Indonesia harus berusaha lebih keras lagi untuk bersaing di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang menjadikan dunia seakan tanpa batas.

Kondisi perekonomian global saat ini, kata Ronald, ditandai dengan pertumbuhan yang cenderung bias ke bawah, sebagai dampak dari pemulihan ekonomi global yang masih berlangsung melambat dan tidak merata.

Ekonomi dunia yang semula tahun ini diproyeksikan dapat tumbuh 3,5 persen harus mengalami koreksi menjadi hanya sebesar 3 persen saja. Ini berarti lebih rendah dari realisasi pertumbuhan tahun lalu sebesar 3,1 persen.

"Potensi bias ke bawah itu didorong oleh perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang tidak sekuat proyeksi sebelumnya. Ditambah lagi kondisi ekonomi Tiongkok yang masih mengalami perlambatan," lanjut Ronald Waas.

Kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika atau Fed Fund Rate yang diprediksi akan terjadi pada bulan Desember 2016 turut menimbulkan ketidakpastian pasar dan mempengaruhi perkembangan ekonomi global. Normalisasi kebijakan The Fed tersebut berpotensi memicu Capital Outflows.

"Kondisi ini dapat memicu tekanan pada pasar keuangan, termasuk Indonesia," kata Ronald Waas.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen lewat desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang seimbang, realistis, dan kredibel. Dengan begitu, APBN diharapkan dapat menjadi pelindung ekonomi Indonesia supaya tidak terseret arus pelemahan global.

Sri Mulyani menyimpulkan, ekonomi Indonesia masih‎ dalam kondisi baik. Meski dalam dua tahun terakhir (2014-2015), terjadi pelemahan di beberapa sektor usaha akibat pelemahan ekonomi dunia.

Sri Mulyani lebih lanjut mengatakan, perekonomian nasional mulai pulih ‎di kuartal IV ‎2015. Pemerintah berupaya melanjutkan perbaikan ekonomi pada tahun ini melalui anggaran yang ekspansif.

"Tema di 2016 mengelola pemulihan yang masih sangat awal dari situasi yang relatif berat di 2014 sampai paruh kedua 2015. Kemudian dilanjutkan pada 2017 untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen," jelasnya.

Itu artinya, Sri Mulyani menyebut APBN merupakan instrumen untuk melindungi ekonomi Indonesia dari gejolak dan pelemahan global supaya tidak merembes masuk ke dalam negeri.

"Kita gunakan APBN untuk melindungi gejolak itu supaya tidak melemah. APBN jadi pelindung ekonomi kita," tegas dia.(Yuliardi Hardjo Putra/nrm)